Ragam hias di Nias Selatan dan tempat lain di Pulau Nias

Berbicara tentang kreativitas seni dan lingkungan di Nias itu berarti kita masuk dalam aspek sora-sora, yakni ragam hias dalam bahasa Nias. Ragam hias tradisonal Nias umumnya beriDentuk manusia/raksasa, hewan, tumbuhan, dan garis-garis geometris. Bentuk-bentuk ini memiliki maksud dan makna tertentu mempakan lambang yang telah mereka sepakati dan percayai, sehingga tidak mengherankan walaupun di Nias dapat dikenali adanya dua jenis mmah adat yang merupakan wadah visualisasi ragam hias itu namun pada kenyataannya tidak ada pert)edaan bentuk yang menyolok antara ragam hias di Nias Selatan dan tempat lain di Pulau Nias.

  1. Ni’o’asu, atau anjing. Bentuk hewan ini melambangkan pelindung raja dan pencari makanan. Selain sebagai teman perjalanan, anjing juga berguna untuk melacak keberadaan musuh/hewan buman, sehingga hal itu pula yang menyebabkan ragam hias ini biasa digunakan di bagian belakang dapur omo hada.

1

  1. Bae, yakni monyet yang merupakan lambang manusia yang nakal, jahat. Ragam hias in! menghias! dinding rumah, juga gagang keris atau pedang.
  2. Bawi, babi. Dalam kehidupan sehari-hari di Nias babi mempakan jenis binatang utama yang hams ada dalam setiap upacara/pesta adat Pemanfaatan babi sebagai makanan dalam berbagai pesta menyebabkan orang mengukur besar-kecilnya orang lain dari jumlah babi yang dikortDankan/disembelih. Ragam hias bawi juga banyak ditempatkan pada bagian dapur omo hada

3

  1. Cia-cia, yakni binatang cecak. Penggambarannya banyak dijumpai pada dinding dalam dan palang pintu, yang melambangkan tukang tenung/peramal.

4

  1. Fofo, burung. Ini bentuk motif hias yang melambangkan keterbukaan orang Nias dalam menerima tamu.
  2. Gogowaya, atau burung enggang, Enggang adalah jenis burung yang paling besar dan kuat serta mulia dl Nias sehingga penggambarannya mempakan lambang dari keperiuisaan. Tidak mengherankan motif hias in! ditempatkan juga pada top! perang, atau sebagai tiang/sangkutan pakaian pada tiang dan dinding rumah.

5a 5b

  1. Ni’o’i’a, atau ikan yang dikaitkan dengan kecerdikan dan kecekatan. Ragam hias ini dipahat pada dinding dalam omo hada.                             6
  1. Ragam hias ini menggambarkan bentuk kepala raksasa dengan mulut terbuka lebar, taring panjang, menyeramkan, Biasa diletakkan menonjol di bagian depan dinding rumah menghadap ke pekarangan, Sebagai lambang dewa yang jantan, pembina, dan kekuasaan, motif ini digunakan pada rumah yang pemiliknya adalah orang besar dan berkuasa. Motif ini juga digunakan sebagai hiasan pada gari tologu (gagang keris) maupun patung kuburan siulu.
  2. Ni’oafi-afi. Bentuk omamen geometris ini banyak juga digunakan, pada kain yang digunakan oleh perempuan bangsawan. Ragam hias berupa gambar lingkaran kecil dikelilingi melingkar oleh daun-daun berbentuk lonjong ini memang melambangkan kebangsawanan.

7

  1. Ni’obuaya, yang berarti menyerupai buaya. Bentuk ini melambangkan kekuasaan raja siulu yang bersifat adil dan melindungi, pengayom rakyatnya. Dalam alam fikir tradisional Nias buaya adalah raja di dalam air, Seekor raja buaya menerima hantaran makanan yang dibawakan oleh rakyatnya. Ragam hias buaya biasa digunakan pada baluse (perisai/tameng perang), bahkan kulit buaya juga dibuat menjadi baju perang, Begitupun dalam bangunan rumah (seperti di Helinawalofau, Teluk Dalam), atau pada daro-daro (batu tempat duduk) di pelataran omo hada Nias.

8

  1. Ni’obutelai, yang artinya menyerupai pucuk/landpan. Bentuknya yang sedertiana, hanya berupa segitiga yang membulat di bagian bawah (jantan) atau segitiga yang melandp begitu saja (betina) melambangkan keagungan, kebesaran, dan kebangsawanan. Motif ini banyak digunakan pada hiasan kepala berbahan emas.

9

  1. Ni’ogama. Bentuk ini mempakan lambang persatuan dan kebulatan hati.

10

  1. W/’o/ia/uyo. Kata niohatuyo sendiri berarti menyerupai bentuk ujung tombak, Ragam hias geometiis ini melambangkan sifat atau jiwa kepahlawanan, Di mmah adat terdapat pada hiasan tepi, takaran beras (lauru), keris/pedang, dan pada pakaian yang dikenakan perempuan maupun laki-laki.

11

  1. Ni’oiozasai, atau yang menyempai bulu ekor burung, Bentuk ini melambangkan kepahlawanan, dan digambarkan dengan wama merah. Banyak digunakan pada ikatkepala laki-laki yang pergi berperang maupun oleh t>alugu (siulu) yang sedang memimpin rapat.

12

  1. Ni’omeme Roto. Bentuknya menyempai payudara (karena dibuat berpasangan) yang melambangkan kesuburan, sekaligus pengharapan akan berianjutnya gêneras!.

13

  1. Ni’osolafiga. Ragam hias yang melambangkan persatuan dan sifat gotong royong ini adalah omamen berijentuk sulursuluran.

14

  1. Ni’otalinga Woli-woli. Bentuknya menyerupai tumbuhan pakis yang melambangkan kesuburan. Dahulu orang menggunakan ragam hias ini untuk melambangkan kesuburan.

15

Sumber : Tradisi megalitik di pulau nias

2 pemikiran pada “Ragam hias di Nias Selatan dan tempat lain di Pulau Nias

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s