Gua Togi Ndrawa (Togi Ndrawa Cave)

Menyusuri Gua merupakan salah satu kegiatan wisata yang sangat menantang dan juga menyenangkan, terutama bila gua yang disusuri adalah sebuah gua tertua di Indonesia yang pernah di huni lebih dari 12,000 tahun yang lalu menurut penelitian para arkeolog. Gua ini bernama Gua Togi Ndrawa, berada di Desa Lelewonu Nikootano Gunungsitoli. Lebih serunya lagi bila mendaki undakan batu sejauh kurang lebih 865 meter menuju gua. Caving … Lanjutkan membaca Gua Togi Ndrawa (Togi Ndrawa Cave)

Pantai Seriwao termasuk pantai tercantik di Nias Utara

12238010_1678152289137196_6921911367244203574_o         Sebuah lokasi wisata pantai yang baru dengan bentang pantai berpasir putih yang panjang serta tempat berenang alami di antara karang yang aman bagi anak-anak dan keluarga. Berada di Kecamatan Sawo, Nias Utara. Hanya butuh waktu 1 jam dari Gunungsitoli, tidak jauh dari pantai Asi Walo. Sangat bagus sebagai tempat rekreasi keluarga di akhir pekan. Lanjutkan membaca “Pantai Seriwao termasuk pantai tercantik di Nias Utara”

DOA TANPA TANGAN

Copyright : Amazonaws.com

Copyright : Amazonaws.com

Khusus di pagi itu Anton, 57 tahun, mencelupkan tiga kubus gula ke dalam tehnya. Mulutnya pahit sejak hari kemarin. Terlebih setiap melihat sehelai surat itu. Hulu penderitaan yang kini tergeletak di meja makannya: surat pemecatan. “Toh, mereka memberi aku pesangon,” ia masih ingat kilah terakhir atas maki-maki istrinya. Namun, istrinya tetap berkeras pergi malam itu juga. Di hari yang sama ia ‘dirumahkan’. Lanjutkan membaca “DOA TANPA TANGAN”

VELANGKANNI di Kota Medan

 

Velangkanni -- photo by Ananta Bangun

Velangkanni — photo by Ananta Bangun

Pagi, seperti biasa. Surya menguak cahya dari ufuk Timur. Namun, aku mengistimewakan pagi ini untuk suatu tujuan. Sebuah rumah ibadah. Tak jauh dari kediaman pribadi dan yang terpenting ini: hening.

Sebuah keheningan bisa jadi teramat penting. Jika hiruk lalu-lintas di jantung kota bisa kalah bising dengan gemuruh kerja otak, ini menandakan sesuatu tidak beres. Coba mengutip nasihat orang bijak “menyeimbangkan”.  Hmmm. Sebenarnya, aku lebih ingin bungkam saja swara-swara tersebut. Atau lebih asyiknya dimisalkan cecuit-cecuit burung gereja taling-tarung berebut betina. Lanjutkan membaca “VELANGKANNI di Kota Medan”

TAK PERLU MENGUNYAH TULANG

 

Seorang biarawan tengah menikmati makan siang di satu warung makan. Selang beberapa waktu, ia dihampiri salah satu pengunjung. Mungkin karena pakaian yang dikenakannya, si pengunjung tersebut tertarik untuk bercengkerama sejenak. Walaupun sosok yang didekatinya masih asyik memakan sepiring daging ayam goreng.

Tanpa basa-basi, dia memperkenalkan diri dan mengatakan dirinya tidak meyakini adanya Tuhan. Terperangah sesaat, sang biarawan meladeni perbincangan tersebut. Bahkan ketika si pengunjung menanyakan apakah si biarawan pernah goyah imannya karena tidak memahami salah satu isi di Kitab Suci.

Lanjutkan membaca “TAK PERLU MENGUNYAH TULANG”