Disiplin Diri

Kim Rohde memecahkan rekor dalam Olimpiade 2012. Itu adalah kemenangannya yang ke-5 dalam 5 olimpiade berturut-turut, yaitu dalam jangka waktu 20 tahun! Setiap hari ia latihan menembak 500 – 1000. Ia berlatih dalam segala cuaca, tidak peduli bagaimana perasaan hatinya, bahkan tetap melakukannya setelah operasi kanker payudara. Bakat tidak menghasilkan apapun tanpa disiplin diri.

JANGAN MENUNGGU SAMPAI “SAYA SUKA MENGERJAKANNYA.” Manusia cenderung melakukan apa yang ia suka, padahal disiplin melibatkan “rasa sakit” atau rasa tidak nyaman, entah itu disiplin untuk berolahraga, disiplin dalam keuangan, mendisiplinkan pikiran, dan lain-lain.

TETAPKAN STANDAR. Henry Ward Beecher berkata, “Buat diri Anda bertanggung jawab untuk standar yang lebih tinggi dari yang orang lain harapkan dari Anda. Jangan pernah memberi alasan bagi dirimu. Jangan mengasihani diri. Jadilah tuan yang keras bagi dirimu dan lemah lembut untuk orang lain.”

LUPAKAN ALASAN. “Ah, masih ada waktu.” Atau “Nanti saya mulai kalau keadaan lebih baik dan saya lebih siap.” Kalau Anda mendisiplinkan diri Anda sendiri, orang lain tidak perlu mendisiplinkan Anda.

KITA HARUS MENDERITA SATU DARI DUA HAL INI: RASA SAKIT DARI DISIPLIN, ATAU RASA SAKIT DARI PENYESALAN ATAU KEKECEWAAN. (Jim Rohn)

Sumber: Buku “365 Days of Inspiration”, Esther Idayanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s