Disiplin Diri

Kim Rohde memecahkan rekor dalam Olimpiade 2012. Itu adalah kemenangannya yang ke-5 dalam 5 olimpiade berturut-turut, yaitu dalam jangka waktu 20 tahun! Setiap hari ia latihan menembak 500 – 1000. Ia berlatih dalam segala cuaca, tidak peduli bagaimana perasaan hatinya, bahkan tetap melakukannya setelah operasi kanker payudara. Bakat tidak menghasilkan apapun tanpa disiplin diri. JANGAN MENUNGGU SAMPAI “SAYA SUKA MENGERJAKANNYA.” Manusia cenderung melakukan apa yang … Lanjutkan membaca Disiplin Diri

Mengajarkan Makna Paskah yang Sebenarnya kepada Anak

Salam kasih dalam Kristus, Suatu saat, kita perlu menanyakan kepada anak-anak yang kita layani, apakah makna atau arti Paskah bagi mereka? Dari jawaban yang kita peroleh, kita dapat mengevaluasi sejauh mana mereka memahami rentetan peristiwa kematian sampai kebangkitan Tuhan Yesus. Mungkin, kita akan mendapati beberapa anak menjabarkan Paskah sebagai hari yang menyenangkan untuk mencari telur, mengikuti berbagai lomba, rekreasi sekolah minggu, dan aktivitas lain yang … Lanjutkan membaca Mengajarkan Makna Paskah yang Sebenarnya kepada Anak

Tips sebagai Pemimpin Pujian

Ingin melayani Tuhan sebagai pemimpin pujian (Song Leader) ? Berikut tipsnya….

  1. Sebagai Pemimpin Pujian kita harus “bersih” dengan tugas kita sebagai Pemimpin Pujian. Tujuannya: Membawa jemaat ke dalam hadirat Tuhan dan agar mereka bisa berdiam dan merasakan hadirat Tuhan, mempersiapkan jemaat untuk ditaburi dengan firman Tuhan, menciptakan atmosfir surgawi.

  2. Dalam mempersiapkan lagu pilihan tema untuk setiap minggunya, misalnya tema untuk minggu ini adalah perayaan pujian, jadi lagu-lagunya menjurus tentang perayaan, atau mungkin temanya adalah intimasi. Agar memiliki tema dalam suatu kebaktian, kita harus peka terhadap pimpinan Tuhan dan juga berkomunikasi dengan pemimpin/pendeta kita.

    Lanjutkan membaca “Tips sebagai Pemimpin Pujian”

Berani Berbeda

Bagaimana perasaan kita jika semua anggota rombongan sepakat mengenakan baju hitam sesuai kesepakatan sedangkan kita satu-satunya orang yang berbaju putih? Canggung. Kita merasa canggung menjadi satu-satunya orang yang berbeda. Berbeda dianggap aneh, dan tidak ada orang yang mau dianggap aneh.

Golongan usia yang paling takut berbeda dengan kelompok teman adalah remaja. Pada tahap usia ini, remaja sedang memisahkan diri dari orang tua. Sebagai gantinya, mereka mati-matian menyamakan diri dengan kelompoknya. Di sini, terjadi konformisme (Lat. “con” berarti sama dan “forma” berarti bentuk). Mereka meniru gaya bicara, model pakaian, potongan rambut, dan perilaku teman supaya serupa, agar bisa diterima dalam lingkaran kelompok itu. Tanpa memperhitungkan keburukannya, mereka langsung mematuhi kelompok. Peniruan dan konformisme ini wajar terjadi pada tahap usia remaja karena mereka sedang berada dalam proses mencari identitas ego. Mereka belum mempunyai orisinalitas atau keaslian sendiri. Akibatnya, mereka meniru ke sana-sini. Lanjutkan membaca “Berani Berbeda”

Menjadi Remaja Kristen Yang Berkarakter

Bagaimana gambaran hidup seorang remaja dan orang muda yang tepat bila ingin digambarkan dalam peristiwa-peristiwa di Alkitab, tentulah sangat sulit dan sedikit sekali disinggung. Remaja dan pemuda/i adalah suatu fase kehidupan yang begitu unik, begitu indah, tetapi sekaligus membingungkan dan berbahaya. Keingintahuan yang besar, merasa merdeka dan bebas, lepas dari pengawasan ketat orang tua, tetapi masih tergantung dan dipelihara secara finansial oleh orang tua.

Remaja ibarat persimpangan jalan, akan menjadi baik atau tidak sangat bergantung pada pilihan-pilihan yang diambil. Di sisi lain, kemampuan untuk mengambil keputusan masih sangat rendah. Bagi remaja atau pemuda/i Kristen di kota-kota besar seperti Jakarta, situasi ini semakin sulit karena banyaknya tawaran dan mudahnya akses ke berbagai pilihan hidup. Kewaspadaan dan dukungan didikan serta komunikasi di keluarga sangat dibutuhkan agar tidak terperosok kepada pilihan yang salah. Lanjutkan membaca “Menjadi Remaja Kristen Yang Berkarakter”

Tips: Tentang Pacaran Kristen

Tidak heran bahwa untuk mencapai tujuan yang agung, orang-orang Kristen bergaul dan berpacaran secara berbeda dengan orang-orang non-Kristen. Pacaran bagi orang Kristen ditandai dengan:

1. Proses Peralihan dari “Subjective Love” ke “Objective Love.”

“Subjective love” sebenarnya tidak berbeda daripada manipulative love yaitu “kasih dan pemberian yang diberikan untuk memanipulir orang yang menerima”. Pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi dan tidak memperhitungkan akan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si penerima. Sesuai dengan “sinful nature”nya setiap anak kecil telah belajar mengembangkan “subjective love”. Dan “subjective love” ini tidak dapat menjadi dasar pernikahan. Pacaran adalah saat yang tepat untuk mematikan sinful nature tsb, dan mengubah kecenderungan “subjective love” menjadi “objective love”. Yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik yang betul-betul dibutuhkan si penerima. Lanjutkan membaca “Tips: Tentang Pacaran Kristen”

Apa Kata Alkitab Tentang Pacaran?

Ditulis oleh: Amidya

  1. Definisi Pacaran

Masa remaja adalah masa yang indah. Mengapa dikatakan indah? Karena, pada masa-masa inilah seorang remaja akan mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya. Secara biologis, tentu kita sudah tahu bahwa remaja putri akan mengalami haid, beberapa bagian tubuhnya mulai menonjol, dan lain sebagainya. Sedangkan, seorang remaja putra akan mulai tumbuh jenggot dan jakun, suara yang lebih membesar, dan beberapa perubahan lainnya. Pada masa ini juga, remaja akan mulai mengenal apa yang dinamakan cinta monyet. Apa itu cinta monyet? Apa itu pacaran? Mengapa bisa suka kepada lawan jenis? Dan, pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan bahwa pacaran adalah sebuah hubungan yang dijalin oleh seorang perempuan dengan laki-laki, di dalamnya ada rasa kasih dan sayang satu sama lain. Sedangkan, “berpacaran” memiliki arti berkasih-kasihan, bercinta, atau bersuka-sukaan. Tetapi, pernahkan Anda tahu bagaimana awal mula kata pacaran? Kata pacaran dalam bahasa Inggris diterjemahkan dari kata “indehoi”. Kata “indehoi” ternyata tidak muncul dengan sendiri, tetapi kata ini berasal dari bangsa Mesir.

Lanjutkan membaca “Apa Kata Alkitab Tentang Pacaran?”

Tuhan Melihat Karakter Pemimpin

Ditulis oleh: Doni K.

“Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

Kita semua tentu mengenal tokoh Daud dalam Alkitab, seorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa untuk memimpin Bangsa Israel. Pada masa kepemimpinan Daud, Bangsa Israel mencapai kejayaan yang luar biasa. Pada masa itu, Bangsa Israel mampu menundukkan setiap musuh yang melawan mereka. Hal ini karena Daud adalah pemimpin yang berkenan di hadapan Tuhan. Sebab, Daud mengerti apa yang Tuhan inginkan dan ia memiliki hubungan yang begitu intim dengan Tuhan selama ia melayani-Nya.

Sebelum Daud diangkat menjadi pemimpin (raja) atas umat Israel, Tuhan sudah memilih Daud sejak ia masih remaja. Ini merupakan bukti bahwa karakter kepemimpinan Daud sudah ada dalam dirinya sejak ia masih remaja. Lalu, karakter apa saja yang dimiliki Daud sejak remaja sehingga Tuhan menjadikannya seorang pemimpin bagi Bangsa Israel? Daud memiliki tujuh keunggulan yang dipandang baik oleh Tuhan. Lanjutkan membaca “Tuhan Melihat Karakter Pemimpin”

Berpacaran Menurut (Efesus 5:2-3, 8)

Halo sobat muda Kristus … masih ingatkah kamu dengan beberapa kisah romantis seperti: “Romeo and Juliet”, “Cleopatra”, “Cinderella”, dan beberapa kisah romantis lainnya? Ya, entah kamu memercayainya atau tidak, tapi fakta membuktikan bahwa kisah ini telah berhasil membius jutaan anak muda dan remaja di seluruh penjuru dunia. Bahkan, kisah “Romeo and Juliet” diakui sebagai kisah cinta paling romantis sepanjang masa.

Kisah-kisah di atas merupakan contoh kisah cinta “zaman dahulu”. Pada masa kini, kisah-kisah romantis tetap digandrungi anak muda. Buktinya, beberapa tahun terakhir ini, bioskop-bioskop di seluruh dunia telah dibanjiri oleh jutaan pasangan, hanya untuk menonton film “Twilight”. Sepertinya, kita harus mengakui bahwa anak muda dan cinta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Di mana ada anak muda, di sana kita temukan “cerita cinta”.

Sebagai anak muda, merupakan hal yang wajar apabila kita memiliki ketertarikan kepada lawan jenis, atau mungkin menjalin hubungan dengan seseorang sebagai pacar kita. Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk yang memiliki rasa saling mengasihi. Tujuannya adalah supaya kita dapat saling mengasihi, baik mengasihi Tuhan, keluarga, kerabat, teman, dan pasangan (pacar). Namun, ketika kita berpacaran, bukan berarti kita memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang kita mau. Lanjutkan membaca “Berpacaran Menurut (Efesus 5:2-3, 8)”