Sejarah Alkitab Indonesia (Agama Kristen Orang-orang Barat)

Agama Kristen Orang-orang Barat

Dalam pasal ini kita berbicara mengenai bangsa-bangsa Barat yang datang ke Indonesia pada abad ke-16 dan ke-17, yaitu orang-orang Portugis dan orang-orang Belanda. Selain daripada mereka itu, di Indonesia Utara untuk sementara waktu terasa juga pengaruh orang-orang Spanyol yang menetap di Filipina.
Agama Katolik ± tahun 1500

Orang-orang Portugis dan Spanyol menganut agama Kristen Katolik. Di sini, kita tidak perlu memberi keterangan terperinci mengenai agama itu. Cukup kalau disebut beberapa cirinya yang menentukan bentuk misi di Indonesia.
Bersifat hirarkis, menuntut keseragaman Lanjutkan membaca “Sejarah Alkitab Indonesia (Agama Kristen Orang-orang Barat)”

Ragam hias di Nias Selatan dan tempat lain di Pulau Nias

Berbicara tentang kreativitas seni dan lingkungan di Nias itu berarti kita masuk dalam aspek sora-sora, yakni ragam hias dalam bahasa Nias. Ragam hias tradisonal Nias umumnya beriDentuk manusia/raksasa, hewan, tumbuhan, dan garis-garis geometris. Bentuk-bentuk ini memiliki maksud dan makna tertentu mempakan lambang yang telah mereka sepakati dan percayai, sehingga tidak mengherankan walaupun di Nias dapat dikenali adanya dua jenis mmah adat yang merupakan wadah visualisasi ragam hias itu namun pada kenyataannya tidak ada pert)edaan bentuk yang menyolok antara ragam hias di Nias Selatan dan tempat lain di Pulau Nias.

  1. Ni’o’asu, atau anjing. Bentuk hewan ini melambangkan pelindung raja dan pencari makanan. Selain sebagai teman perjalanan, anjing juga berguna untuk melacak keberadaan musuh/hewan buman, sehingga hal itu pula yang menyebabkan ragam hias ini biasa digunakan di bagian belakang dapur omo hada.

1 Lanjutkan membaca “Ragam hias di Nias Selatan dan tempat lain di Pulau Nias”

Kondisi Geografis Pulau Nias

Berada di bagian baratdaya wilayah Provins! Sumatera Utara, Pulau Nias beijarak sekitar 85 mil laut dari Pelabuhan Sibolga di daratan Pulau Sumatera. Sebagai Bagian dari kepuiauan Nias yang terdiri atas 132 buah pulau, Pulau Nias mempakan pulau terbesar dengan luas tidak kurang dari 5.449,70 km^. Adapun luas wilayah Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan. seluruhnya mencapai 5.625 km^, atau 7,8 % dari luas wilayah Provins! … Lanjutkan membaca Kondisi Geografis Pulau Nias

Sejarah hidup manusia menurut tradisi orang nias (bapa Hia)

Leluhur Nias yang pertama adalah Hia. Peristiwa Hia turun dari langit ke bumi di gambarkan dalam syair ini.

Berkatalah ia kepada bapak kita langit sagoro, berkatalah ia kepada langit sebolo “Biarlah aku turun dengan membawa sebuah balai desa, biarlah aku turun membawa sebuah tempat tinggal, aku ini akan menjadi bening bagi umat manusia, aku ini akan menjadi tunas segala bangsa di bumi. Dari dialah berasal segala adat dan hukum luo atau hukum sang surya, dari dialah berasal segala adat sesuai dengan hukum langit. Beribu-ribu, angkatan akan di panggil, beribu-ribu angkatan akan mendengar, itulah dia HIA. Segala apa yang ada di bumi, di jadikan olehnya, segala apa yang tumbuh di tanah, olehnya di ciptakan. Lanjutkan membaca “Sejarah hidup manusia menurut tradisi orang nias (bapa Hia)”

Sejarah Desa Hilifalagö

            Desa Hilifalagö merupakan sebuah desa yang terletak di pulau nias, Kabupaten Nias Selatan, Kecamatan Onolalu kota Teluk Dalam. Leluhur warga Nias yang pertama adalah Hia, Hia ini memiliki banyak keturunan dan cucu yang salah satunya yang bernama “Lalu”. Kakek ini (Lalu) merupakan kakek moyang dari Öri Onolalu yang sekarang merupakan kecamatan Onolalu. Öri Onolalu ini memiliki empat Desa yaitu : Hilifalagö, Hilinamöza’ua, Hilimondegeraya, dan … Lanjutkan membaca Sejarah Desa Hilifalagö

Asal usul orang nias di temukan dan budayanya

Penelitian genetika terbaru menemukan, masyarakat Nias, Sumatera Utara, berasal dari rumpun bangsa Austronesia. Nenek moyang orang Nias diperkirakan datang dari Taiwan melalui jalur Filipina 4.000-5.000 tahun lalu.

Mannis van Oven, mahasiswa doktoral dari Department of Forensic Molecular Biology, Erasmus MC-University Medical Center Rotterdam, memaparkan hasil temuannya di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, Senin (15/4/2013). Oven meneliti 440 contoh darah warga di 11 desa di Pulau Nias.

”Dari semua populasi yang kami teliti, kromosom-Y dan mitokondria-DNA orang Nias sangat mirip dengan masyarakat Taiwan dan Filipina,” katanya. Lanjutkan membaca “Asal usul orang nias di temukan dan budayanya”